A.
Latar
Belakang
Assessment
autentic
sering disebut juga assesment performance atau assesmen alternatif namun bila dikaji lebih lanjut
ketiganya memiliki arti berbeda Assessment autentic (penilaian otentik) menurut Wiyono dan Sunarni (2009: 41)
merupakan menunjukkan siswa-siswa dengan tugas-tugas yang bermakna bagi
kehidupan. Authentic Assesment berarti memiliki nilai
kesepadanan baik dalam konteks internal maupun konteks eksternal. Konteks
internal mengacu pada proses pembelajaran di kelas, dan koteks eksternal
mengacu pada kehidupan nyata. Secara konseptual penilaian autentik lebih
bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar
sekali pun. Di samping itu, Ketika menerapkan penilaian autentik untuk
mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria
yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba,
dan nilai prestasi luar sekolah. Penilaian autentik dan tuntutan kurikulum
2013, Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah
dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Di samping itu,
Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik,
baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan
lain-lain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau
kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka
dalam pengaturan yang lebih autentik. Di samping itu, Penilaian autentik sangat
relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembelajaran, khususnya jenjang
sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai. Penilaian autentik sering
dikontradiksikan dengan penilaian yang menggunakan standar tes berbasis norma,
pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, atau membuat jawaban singkat. Namun,
Dalam penilaian autentik, seringkali pelibatan siswa sangat penting. Asumsinya,
peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar lebih baik ketika mereka tahu
bagaimana akan dinilai, sedangkan Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan
mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman yang
lebih dalam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar yang
lebih tinggi.